<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>unionpers</title>
	<atom:link href="http://bantuanpendidikan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bantuanpendidikan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2009 06:10:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bantuanpendidikan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/91891c134e6d78907879c7746bcb2090?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>unionpers</title>
		<link>http://bantuanpendidikan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>BUKU DIPERDAGANGKAN DIRUMAH-RUMAH PENDUDUK</title>
		<link>http://bantuanpendidikan.wordpress.com/2009/08/12/dagang-buku-pendidikan-dirumah-rumah-warga/</link>
		<comments>http://bantuanpendidikan.wordpress.com/2009/08/12/dagang-buku-pendidikan-dirumah-rumah-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 05:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unionpers</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Purwakarta, SENTANA
Setelah disosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional (Permendiknas) No 2 Tahun 2008 tentang
larangan menjual buku pelajaran di sekolah kepada anak
didik/orangtua murid. Para Kepala Sekolah tingkat SD
dan SMP di 17 Kecamatan, Purwakarta tidak mau ambil
pusing lagi, memutuskan bahwa Koperasi Sekolah tidak
lagi melayani penjualan yang berbentuk buku pelajaran
apapun. Ketakutan pengajar sungguh sangat berasalan,
selain terancam pemecatan juga jadi ajang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bantuanpendidikan.wordpress.com&blog=8973811&post=1&subd=bantuanpendidikan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Purwakarta, SENTANA<br />
Setelah disosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan<br />
Nasional (Permendiknas) No 2 Tahun 2008 tentang<br />
larangan menjual buku pelajaran di sekolah kepada anak<br />
didik/orangtua murid. Para Kepala Sekolah tingkat SD<br />
dan SMP di 17 Kecamatan, Purwakarta tidak mau ambil<br />
pusing lagi, memutuskan bahwa Koperasi Sekolah tidak<br />
lagi melayani penjualan yang berbentuk buku pelajaran<br />
apapun. Ketakutan pengajar sungguh sangat berasalan,<br />
selain terancam pemecatan juga jadi ajang objekan<br />
pihak luar.  </p>
<p>Maka untuk mengkaper semua kebutuhan anak didik akan<br />
pengadaan sarana buku Lembar Kerja Siswa (LKS),<br />
bermunculanlah sekira ratusan toko toko buku pelajaran<br />
dadakan yang tersebar di sekitar lingkungan sekolah<br />
yang dinilai masih ilegal tanpa mengantongi izin<br />
usaha, selain tempat bukunya asal asalan. Para<br />
pengusaha membuka toko buku dadakan tidak terlepas<br />
dari ikatan kerjasama (MoU) dengan pihak sekolah dan<br />
percetakan yang mensuplai buku pelajaran dan pemberian<br />
uang persentase atas penjualan buku.</p>
<p>Hasil pantuan SENTANA kemarin (7/9), salah satunya ada<br />
di wilayah Kecamatan Cempaka, Purwakarta. Disana<br />
ditemukan sebuah rumah warga milik inisial Sulis dekat<br />
sekolah menegah pertama yang disinyalir dijadikan toko<br />
buku pelajaran dadakan. Ribuan jenis buku pelajaran<br />
bermacam judul kiriman beberapa percetakan terlihat<br />
numpuk diteras rumahnya untuk dijual kepada ribuan<br />
anak didik. Rumah Sulis dimanfaatkan jadi toko buku<br />
dadakan menyusul adanya larangan koperasi sekolah jual<br />
buku.  </p>
<p>Sepintas rumah itu tak tampak seperti tempat penjualan<br />
buku, para pejalan kaki yang melintas didepan rumah<br />
Sulis tidak akan tahu kalau rumah itu tempat<br />
penampungan banyak buku. SENTANA sempat terkecoh kalau<br />
melihat rumah Sulis yang tidak ada bedanya dengan<br />
jejeran rumah lainnya. Menurut Ani, salah seorang<br />
siswi MTs, “yang tahu kalau rumah itu dijadikan toko<br />
buku hanya orang tertentu, pemiliknya hanya menjual<br />
bukunya kepada satu sekolah saja, “ujarnya.</p>
<p>Pemilik toko buku pelajaran Campaka, Sulis kepada<br />
SENTANA membenarkan, “buku yang numpuk dirumahnya<br />
dijual hanya kepada satu sekolah tertentu yang<br />
dihunjuk. Itu setelah menjalin kerjasama dengan pihak<br />
sekolah dan pihak percetakan. Kalau tidak ada<br />
kerjasama dengan pihak sekolah dan percetakan saya<br />
tidak akan berani membuka toko buku dirumah. Ini<br />
lumayan ada pemasukan tambahan dari pihak percetakan<br />
dan juga dari harga buku, “ujar Sulis dirumahnya.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi di daerah Kecamatan Podok<br />
Salam, Kecamatan Babakan Cikao, Cibatu, dan Wanayasa,<br />
Purwakarta. Selain toko buku dadakan miliki warga, tak<br />
sediki pula para Kepala Sekolah guru guru tingkat SD<br />
dan SMP membuka toko buku dadakan sebagai kerja<br />
sampingan dirumahnya. Pemandangan seperti ini pasti<br />
sering ditemui dilingkungan sekolah. Usaha toko buku<br />
dadakan paling ngampang dilakukan asal ada komitmen<br />
dengan pihak sekolah dan percetakan. Usaha dagang buku<br />
yang diguliti mendatangkan keuntungan dari harga<br />
buku/eksplar dikali semua siswa ditambah upah dari<br />
percetakan yang berkisar antara 15 persen hingga 20<br />
persen.  </p>
<p>Menurut Asep, seorang guru SMP mengatakan, “membuka<br />
toko usaha buku pelajaran  sangat menguntungkan tanpa<br />
ada modal. Buku dari percetakan sifatnya “laku<br />
dulu” dijual ke sekolah “baru bayar”, sementara<br />
untuk menjual buku juga tidak harus menawarkan barang<br />
buku ke anak didik dan tidak usaha membuat toko<br />
layaknya seperti toko-toko dipinggir perkulakan. Pihak<br />
sekolah akan mengarahkan, menyuruh sendiri para anak<br />
didiknya agar membeli buku ke tempat yang dihunjuk.<br />
Tempat yang sudah disepakati antara sekolah,<br />
percetakan dan toko buku (Kerjasama), “katanya. SON</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bantuanpendidikan.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bantuanpendidikan.wordpress.com&blog=8973811&post=1&subd=bantuanpendidikan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bantuanpendidikan.wordpress.com/2009/08/12/dagang-buku-pendidikan-dirumah-rumah-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>